Pengaruh Olahraga Terhadap Kesehatan
Kesehatan merupakan sesuatu yang sangat berharga , harus bahkan patut dijaga agar kita dapat melakukan berbagai macam kegiatan dan dapat hidup dengan baik di dunia ini.Kesehatan itu sejahtera baik fisik,jiwa,maupun social.
Kesehatan itu bukan hanya terbebas dari penyakit tapi kesehatan itu harus disyukuri,kesehatan ini sangat lah penting bagi kita karena kita tidak dapat membeli kesehatan dengan uang,kita hanya bisa membeli obat bukan kesehatan kita,Oleh karena itu jagalah kesehatan tubuh kita dengan berolahraga secara teratur ,selain itu dengan cara menerapkan pola hidup sehat karena ini akan berpengaruh nantinya pada kehidupan kita seterusnya sampai lansia jadi jangan abaikan kesehatan diri kita masing-masing.
Olahraga adalah suatu bentuk aktivitas fisik yang terencana dan terstruktur yang melibatkan gerakan tubuh berulang-ulang dan ditujukan untuk meningkatkan kebugaran jasmani.
Kesehatan olahraga adalah upaya kesehatan yang memanfaatkan olahraga untuk meningkatkan derajat kesehatan. Olahraga merupakan sebagian kebutuhan pokok dalam kehidupan sehari-hari karena dapat meningkatkan kebugaran yang diperlukan dalam melakukan tugasnya. Olahraga dapat dimulai sejak usia muda hingga usia lanjut dan dapat dilakukan setiap hari.
Olahraga itu ada banyak jenisnya ,kita dapat memilihnya sesuai keinginan atau kebutuhan kita masing-masing.Karena tiap jenis-jenis olahraga mempunyai manfaat yang berbeda masing-masingnya,ini jenis-jenis olahraga yang banyak digemari:
a) Basket : olahraga bola berkelompok yang terdiri atas dua tim beranggotakan masing-masing lima orang yang saling bertanding mencetak poin dengan memasukkan bola ke dalam keranjang lawan,dengan menggunakan tangan
b) Futsal : permainan bola yang dimainkan oleh dua tim, yang masing-masing beranggotakan lima orang. Tujuannya adalah memasukkan bola ke gawang lawan, dengan memanipulasi bola dengan kaki
c) Voli : olahraga permainan yang dimainkan oleh dua grup berlawanan. Masing-masing grup memiliki enam orang pemain,dengan menggunakan tangan
d) Bulutangkis : Tiap pemain atau pasangan mengambil posisi berseberangan pada kedua sisi jaring di lapangan bulu tangkis. Permainan dimulai dengan salah satu pemain melakukan servis. Tujuan permainan adalah untuk memukul sebuah kok menggunakan raket, melewati jaring ke wilayah lawan, sampai lawan tidak dapat mengembalikannya kembali.
e) Tenis Meja : suatu olahraga raket yang dimainkan oleh dua orang (untuk tunggal) atau dua pasangan (untuk ganda) yang berlawanan.
f) Golf: permainan luar ruang yang dimainkan secara perorangan atau tim yang berlomba memasukkan bola ke dalam lubang-lubang yang ada di lapangan dengan jumlah pukulan tersedikit mungkin.
g) Floorball: olahraga tim indoor atau outdoor yang sudah ada ( lapangan basket,voli, bulu tangkis,atau aula ) dimainkan dengan menggunakan tongkat komposit dengan ujung plastik yang melengkung, di mana tujuan permainan adalah untuk meletakkan bola plastik ringan ke dalam gawang lawan.
h) Bersepeda: sebuah kegiatan rekreasi atau olahraga, serta merupakan salah satu moda transportasi darat yang menggunakan sepeda
i) Lari : salah satu cabang olahraga tertua di dunia.
j) Baseball : Olahraga baseball ini dimainkan sama dua tim. Masing-masing tim harus punya pelempar atau pitcher, ada batter atau pemain yang berusaha memukul bola dengan tongkat pemukul biasa disebut bat. Permainan bisa dimulai dengan pitcher melemparkan bola diatas home plate biar dapat strike.
k) Renang: olahraga yang melombakan kecepatan atlet renang dalam berenang.Salah satu dari olahraga tersebut cukup dilakukan sehari-sehari saja sudah cukup bagi kesehatan kita sendiri.
Walaupun olahraga itu berpengaruh sangat penting bagi kesehatan masih banyak juga yang belum menyadari hal tersebut ,sehingga masih saja melalukan pola hidup yang kurang tepat seperti kurang berolahraga dan bergerak ,serta kurang beristirahat dengan alasannya yaitu malas atau terlalu sibuk sehingga melupakan olahraga ini padahal olahraga itu sangat dibutuhkan.Olahraga itu banyak manfaatnya seperti
1.refreshing pikiran
2.menghilangkan stress
3.membantu mengoptimalkan keterampilan fisik
4.meningkatkan kepercayaan diri kita.
Selain itu olahraga juga meningkatkan keterampilan dan kecakapan hidup, diantaranya diajarkan untuk lebih bisa bekerja sama saat berolahraga ,berkomunikasi yang baik dan jelas,mencegah obesitas ,serta meningkatkan koordinasi tubuh,dan mendukung pertumbuhan tulang dan otot.Karena itulah pentingnya olahraga,agar orang-orang sadar akan merubah pola hidupnya.
RISKA MEIANTI
S1 GIZI
1022191056
FAKULTAS KESEHATAN
UNIVERSITAS MH THAMRIN
Kenali dan Cegah Penyakit Katup Jantung
Jantung memiliki empat buah katup yang secara normal terbuka saat mengalirkan darah melewati ruang jantung atau keluar ruang jantung dan menutup untuk mencegah adanya aliran yang tidak diinginkan. Namun terkadang katup jantung tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Beberapa keadaan yang mungkin terjadi saat katup tidak berfungsi dengan baik adalah: (1) Regurgitasi, saat katup bocor sehingga aliran darah tidak mengarah sebagaimana mestinya; (2) Stenosis, saat katup tidak terbuka sempurna sehingga menghambat aliran darah; (3) Prolaps, daun katup tertekuk saat menutup terkadang menyebabkan penutupan daun katup tidak sempurna.
Gejala Gangguan Pada Katup Jantung Dapat Muncul Secara Mendadak
Gangguan pada katup jantung dapat terjadi saat dilahirkan atau disebabkan karena infeksi, serangan jantung, kelainan jantung struktural, atau trauma. Gejala dapat muncul secara mendadak atau perlahan, tergantung seberapa cepat terbentuknya penyakit pada katup jantung. Beratnya gejala terkadang tidak berkaitan dengan beratnya gangguan katup. Gejala-gejala yang sering terjadi diantaranya: sesak napas terutama saat aktivitas, kaki bengkak, berdebar, cepat lelah, nyeri dada, pusing atau pingsan (pada katup yang menyempit). Tanda utama dari penyakit katup jantung adalah bising jantung yang tidak biasa saat didengar dengan stetoskop, biasa disebut dengan murmur jantung. Pemeriksaan tambahan yang biasanya dibutuhkan adalah elektrokardiogram (EKG), pemeriksaan foto toraks, dan echocardiography.
Demam Rheumatik Dapat Menyerang Jantung
Di Indonesia, penyakit katup jantung paling sering disebabkan oleh penyakit jantung rheumatik. Penyakit jantung rheumatik terjadi akibat gejala sisa dari demam rheumatik yang disebabkan oleh infeksi bakteri Streptococcus beta Hemolitikus Grup A. Bakteri tersebut menyerang tenggorokan, terutama pada anak-anak. Setelah terjadi infeksi tenggorokan diikuti dengan reaksi imunitas tubuh, sehingga sistem imun menyerang katup jantung yang secara antigenik mirip dengan bakteri. Demam rheumatik dapat menyerang jantung, sendi, otak, dan kulit. Gejala dari demam rheumatik muncul mulai dari satu hingga enam minggu setelah terinfeksi bakteri, berupa: demam, nyeri pada sendi yang berpindah-pindah, bengkak pada sendi, kemerahan pada kulit, gerakan tubuh yang tidak terkoordinasi dengan baik, sesak napas, nyeri dada, berdebar-debar. Pengobatan demam rheumatik terdiri dari antibiotik dan obat anti-radang yang harus dituntaskan untuk jangka waktu yang cukup panjang untuk mencegah terjadinya penyakit jantung rheumatik.
Kelainan Pada Katup Jantung Dapat Mengakibatkan Gagal Jantung
Apabila pasien datang dengan penyakit jantung rheumatik, kerusakan yang terjadi pada katup jantung sudah permanen. Kerusakan dapat merupakan katup stenosis maupun regurgitasi. Katup yang sering terkena kerusakan pada penyakit jantung rheumatik adalah katup mitral, yaitu katup yang membatasi antara serambi dan bilik kiri. Jika kelainan pada katup dibiarkan menahun, dapat terjadi gagal jantung, gangguan irama jantung, atau stroke. Tatalaksana penyakit jantung rheumatik meliputi: (1) Obat-obatan yang berfungsi untuk mengatasi gejala gagal jantung, gangguan irama jantung, dan mencegah thromboemboli penyebab stroke; (2) Antibiotik penyebab penyakit jantung rheumatik yang dapat disuntikkan tiap bulan atau diminum setiap hari dalam jangka waktu tahunan atau seumur hidup; (3) Operasi penggantian atau perbaikan katup jantung.
Cegah Penyakit Jantung Rheumatik Dengan Pola Hidup Sehat
Penyakit jantung rheumatik dapat dicegah dengan menjaga higienitas, pola makan dengan gizi seimbang, pola hidup sehat, dan pengobatan demam rheumatik yang tuntas. Jangan abaikan infeksi tenggorokan, segera kunjungi dokter untuk cari penyebab infeksi tenggorokan serta ikuti peraturan minum obat yang diberikan.
Untuk penyakit katup jantung secara keseluruhan, deteksi dini akan membawa hasil yang baik bagi pengobatan. Apabila terdapat tanda dan gejala penyakit katup jantung seperti yang telah disebutkan sebelumnya, segera periksakan diri ke dokter spesialis jantung dan pembuluh darah untuk mendapatkan pemeriksaan tambahan yang menunjang diagnosis.
Layanan Jantung Terpadu RS Awal Bros Pekanbaru
Saat ini, Rumah Sakit Awal Bros Pekanbaru telah memiliki Layanan Jantung Terpadu dengan fasilitas :
- UGD 24 Jam
Tindakan Trombolitik : Pemberian obat melalui pembuluh darah (infus) untuk menghilangkan sumbatan pada pembuluh darah jantung. - Klinik Gagal Jantung
- Pemeriksaan Penunjang :
– Rontgen Dada
– EKG : Pemeriksaan aktivitas listrik jantung
– CT Angio : CT Scan khusus jantung untuk melihat kelainan pada pembuluh darah jantung
– Treadmill
– Calcium Score : Untuk melihat pengapuran pada pembuluh darah jantung
– Echocardiography : Untuk melihat ukuran, bentuk jantung dan seberapa baik jantung memompa
– Transesophageal Echocardiography : Untuk melihat ukuran, bentuk jantung, katup-katup jantung dan seberapa baik jantung memompa
– Kateterisasi jantung (Angiografi)
– Pemasangan Pace Maker - Pemulihan :
– Rehab Cardio : Program latihan fisik dalam rangka pemulihan bagi penderita penyakit jantung
– Senam Jantung
– Klinik Berhenti Merokok
– Healthy Café
Pusat Layanan Jantung dan Pembuluh Darah merupakan salah satu keunggulan Rumah Sakit Awal Bros. Lakukanlah pemeriksaan jantung untuk meminimalisir terjadinya penyakit jantung atau untuk pengobatan jantung koroner serta terapi stroke. Pusat Layanan Jantung dan Pembuluh Darah Rumah Sakit Awal Bros didukung oleh dokter jantung serta dokter bedah jantung handal untuk melakukan operasi jantung, serta angiografi (kateter jantung). Untuk pencegahan, kami memfasilitasi pemeriksaan fisik jantung melalui tes treadmill jantung, EKG (elektrofisiologi), pemeriksaan jantung elektrofisiologi. Rumah Sakit Awal Bros juga menyediakan medical check up dengan dokter spesialis jantung. Temukan jadwal dokter jantung kami di sini.
Narasumber :
dr. Vebiona Kartini Prima Putri, SpJP-FIHA
Dokter Spesialis Jantung RS Awal Bros Pekanbaru
dr. Vebiona Kartini Prima Putri, SpJP-FIHA
Dokter Spesialis Jantung RS Awal Bros Pekanbaru
RISKA MEIANTI
S1 GIZI
1022191056
FAKULTAS KESEHATAN
UNIVERSITAS MH THAMRIN
Gizi Seimbang: Pentingnya Makanan Bergizi bagi Kesehatan
Diedit:
Mengonsumsi makanan dengan gizi seimbang adalah bagian penting dalam menjaga kesehatan. Semua orang perlu memenuhi kebutuhan gizinya, bukan hanya atlet atau olahragawan. Jika Anda terbiasa mengonsumsi makanan bergizi, itu akan membantu Anda merasa bugar sepanjang hari—bahkan sepanjang tahun!
Dalam artikel ini Anda akan memperoleh informasi-informasi yang berguna mengenai pentingnya gizi seimbang. Anda akan mengetahui apa pengertian gizi seimbang, apa akibatnya jika mengalami kekurangan gizi, dan apa saja yang termasuk makanan bergizi.
Apa Pengertian Gizi Seimbang?
Menurut Kementrian Kesehatan RI, gizi seimbang adalah susunan makanan sehari-hari yang mengandung zat-zat gizi dalam jenis dan jumlah yang sesuai dengan kebutuhan tubuh, dengan memerhatikan prinsip keanekaragaman makanan, aktivitas fisik, perilaku hidup bersih, dan berat badan normal untuk mencegah masalah kurang gizi.
Pada intinya, gizi seimbang terdiri dari komponen-komponen yang: cukup jumlahnya, cukup kualitasnya, mengandung beragam zat gizi (energi, protein, vitamin, dan mineral) yang dibutuhkan tubuh untuk bertumbuh (pada anak-anak), untuk menjaga kesehatan, untuk melakukan aktivitas kehidupan sehari-hari, serta menyimpan zat gizi untuk mencukupi kebutuhan tubuh saat konsumsi makanan yang kurang bergizi.
Sejak tahun 1955 di Indonesia telah diterapkan “Pedoman Gizi Seimbang” untuk menggantikan slogan “4 Sehat 5 Sempurna” yang dulu populer tetapi sudah tidak sesuai lagi dengan perkembangan dunia gizi.
Pedoman gizi seimbang memiliki empat prinsip utama yang tujuannya untuk menyeimbangkan antara zat gizi yang dikeluarkan dengan zat gizi yang dimasukkan melalui pemantauan berat badan. Empat prinsip utama tersebut yaitu:
Konsumsi Aneka Ragam Makanan
Gizi seimbang datang dari pola makan yang sehat dan beraneka ragam. Tidak ada satu jenis makanan pun yang memuat semua gizi atau nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh untuk tetap sehat. Karena itulah, pola makan Anda haruslah terdiri dari beragam jenis makanan bergizi yang berbeda. Tujuannya supaya Anda mendapatkan berbagai gizi yang dibutuhkan tubuh.
Di samping beraneka ragam, Anga juga perlu memperhatikan jumlah dan proporsinya. Agar memenuhi kriteria gizi seimbang, proporis makanan bergizi harus seimbang, jumlahnya cukup, tidak berlebihan, dan dikonsumsi secara teratur. Mengenai apa saja jenis makanan bergizi yang dianjurkan dikonsumsi, ini akan dijelaskan lebih lanjut dalam bagian selanjutnya.
Perilaku Hidup Bersih
Tahukah Anda bahwa penyakit infeksi adalah salah satu faktor utama yang berdampak langsung pada keadaan gizi seseorang (khususnya anak-anak)? Orang yang mengalami penyakit infeksi sering menjadi kurang nafsu makan sehingga jumlah dan jenis makanan bergizi yang diasupnya berkurang.
Padahal, dalam keadaan infeksi, tubuh sebenarnya membutuhkan lebih banyak zat gizi karena metabolismenya meningkat terutama jika disertai peningkatan suhu tubuh. Pada orang yang terkena diare, ia sudah kehilangan banyak cairan akibat gejala diarenya, dan kondisinya diperburuk apabila tidak mencukupi kebutuhan gizinya.
Demikian juga pada kasus yang sebaliknya; orang yang mengalami kurang gizi akan riskan terserang penyakit infeksi. Karena pada kondisi kurang gizi, daya tahan tubuhnya berkurang sehingga kuman penyebab penyakit lebih mudah menyerang tubuh. Jadi, ada kaitan erat dan hubungan timbal balik antara penyakit infeksi dengan kondisi kurang gizi.
Anda perlu membiasakan diri menjaga kebersihan supaya terhindar dari berbagai sumber infeksi. Contohnya dengan selalu cuci tangan yang bersih sebelum makan, sebelum menyiapkan makanan/minuman, sebelum menyusui bayi, dan setelah menggunakan toilet.
Mengupayakan Aktivitas Fisik
Aktivitas fisik adalah segala kegiatan yang dilakukan tubuh, termasuk olahraga, yang dapat membantu menyeimbangkan antara zat gizi (terutama energi) yang dimasukkan dengan zat gizi yang dikeluarkan.
Aktivitas fisik menggunakan simpanan energi dalam tubuh. Di samping itu, aktivitas fisik juga membantu memperlancar metabolisme-metabolisme dalam tubuh, terhitung metabolisme zat gizi. Jadi aktivitas fisik penting untuk menyeimbangkan antara zat gizi yang dikeluarkan dan yang diasup ke dalam tubuh.
Memantau Berat Badan Normal
Pada orang dewasa, salah satu yang menjadi petunjuk bahwa tubuh dalam keadaan gizi seimbang adalah berat badan yang normal. Berat badan dianggap normal jika sesuai dengan tinggi badannya. Indikator untuk mengetahui berat badan normal biasanya menggunakan Indeks Massa Tubuh (IMT).
Pada bayi dan balita, indikator yang digunakan untuk memantau perkembangan berat badannya adalah dengan metode KMS. Dalam metode ini perkembangan berat badan normal bayi dan balita disesuaikan dengan pertambahan umurnya.
Sebagai intinya, berat badan bisa dikatakan normal jika: IMT dalam kisaran 18,5 – 25,0 pada orang dewasa, dan KMS berada dalam pita hijau untuk anak bayi dan balita.
Apa Saja Dampak dari Kurang Gizi?
Anda perlu mengonsumsi beraneka ragam makanan bergizi supaya tubuh dalam keadaan gizi seimbang. Dan gizi seimbang akan memungkinkan tubuh untuk berfungsi dengan baik meskipun usia terus bertambah. Apabila kebutuhan gizi tidak dipenuhi, Anda akan mengalami kondisi kurang gizi, dan ini berdampak buruk bagi kesehatan. Berikut adalah dampak-dampak dari kurang gizi yang perlu dihindari:
Merasa Kelelahan
Jika Anda selalu merasa tidak bertenaga, itu bisa jadi tanda Anda kurang gizi, terutama zat besi dan protein. Kekurangan zat besi juga bisa menyebabkan anemia—kondisi dimana tidak ada cukup sel darah merah untuk memompa oksigen dan nurtisi ke bagian-bagian tubuh.

Rambut Kering dan Gampang Patah
Ini bisa terjadi kalau Anda mengalami anemia atau tidak mencukupi kebutuhan protein atau vitamin tertentu. Jika tubuh dalam keadaan kurang gizi, tubuh akan mengirimkan gizi-gizi yang masih dipunyainya ke organ-organ terpenting, seperti jantung. Itu artinya organ yang tidak terlalu penting, seperti rambut, akan mendapat lebih sedikit asupan nutrisi.
Kuku Bergerigi atau Cekung ke Dalam
Kondisi kurang gizi bisa menyebabkan perubahan pada kuku Anda. Sama seperti yang terjadi pada rambut, kuku Anda juga bisa menipis dan rapuh. Tapi juga muncul tanda-tanda lain, misalnya menjadi cekung ke dalam menyerupai sendok, khususnya di jari telunjuk dan jari manis. Tanda-tanda ini bisa terjadi akibat kekurangan zat besi, protein, kalsium, atau vitamin A, B6, C, dan D.
Masalah Gigi
Mulut adalah tempat pertama yang terkena dampak dari kurang gizi. Kekurangan vitamin C bisa menyebabkan gusi berdarah dan mengalami iritasi akibat gingivitis (penyakit gusi). Bahkan pada kasus yang parah gigi juga bisa tanggal.
Sembelit atau Konstipasi
Sembelit dapat terjadi apabila Anda tidak memenuhi kebutuhan tubuh akan serat. Serat bisa diperoleh dari serealia utuh, buah-buahan, dan sayuran.
Gangguan Mood dan Mental
Pola makan tidak sehat dan kurang mengonsumsi makanan bergizi dapat menjadi pemicu depresi. Depresi dapat berpengaruh pada keadaan mental Anda dan membuat Anda tidak lagi berminat melakukan hal-hal yang tadinya disukai. Kondisi kurang gizi juga bisa menyebabkan gangguan pada daya ingat Anda.
Mudah Memar dan Luka Lama Sembuh
Kalau Anda mudah memar, terutama tanpa sebab yang jelas, kemungkinan penyebabnya adalah masalah gizi. Terutama protein, vitamin C, atau vitamin K, yang diperlukan untuk mendorong proses penyembuhan luka dan cedera. Vitamin C membantu jaringan memperbaiki diri sendiri, sedangkan vitamin K penting untuk proses pembekuan darah.
Daya Tahan Tubuh yang Lemah
Tanpa nutrisi dan gizi seimbang, daya tahan tubuh Anda tidak akan optimal dalam melawan kuman penyebab penyakit. Beberapa gizi yang dibutuhkan untuk memperkuat daya tahan tubuh yaitu protein, zink, juga vitamin A, C, dan E.
Tentu Anda tidak ingin hal-hal di atas terjadi pada diri Anda. Jadi upayakanlah gizi seimbang dengan secara teratur mengonsumsi beraneka ragam makanan bergizi. Dan meskipun sudah mulai merasakan dampak-dampak kurang gizi seperti di atas, Anda tetap bisa memperbaikinya dengan menerapkan pola makan sehat.
Apa Saja yang Termasuk Makanan Bergizi?
Mutu dan kelengkapan zat gizi dapat diperoleh dari keanekaragaman jenis makanan bergizi yang dikonsumsi. Semakin beragam makanan yang dikonsumsi, akan semakin mudah juga untuk mencapai keadaan gizi seimbang. Dalam pedoman gizi seimbang oleh Kementrian Kesehatan RI, dijelaskan bahwa ada lima kelompok makanan yang dianjurkan dikonsumsi setiap hari atau setiap kali makan.

Lima kelompok makanan tersebut yaitu makanan pokok, sayuran, lauk-pauk, buah-buahan, dan air. Akan lebih baik apabila setiap kali makan Anda mengonsumsi lebih dari satu jenis makanan dari setiap kelompok tersebut. Berikut akan dijelaskan masing-masing dari setiap kelompok makanan bergizi tersebut.
Makanan Pokok
Yang termasuk makanan pokok ialah yang mengandung karbohidrat dan telah menjadi bagian utama dari pola konsumsi masyarakat Indonesia. Misalnya beras, singkong, ubi, jagung, sagu, dan talas. Beruntung di Indonesia tersedia berlimpah makanan pokok yang beraneka ragam.
Selain mengandung karbohidrat, makanan pokok juga biasanya mengandung vitamin B1, B2, dan sejumlah mineral. Makanan pokok yang berasal dari serealia utuh, seperti beras merah dan beras hitam, juga mengandung serat dalam jumlah tinggi. Kandungan serat penting untuk melancarkan proses BAB dan mengendalikan kadar kolesterol.
Jenis karbohidrat yang dimiliki serealia utuh juga berbeda, yakni disebut karbohidrat komplek. Jenis karbohidrat ini lambat diubah menjadi glukosa (gula darah) sehingga membantu mengendalikan kadar gula darah. Makanan pokok jenis umbi-umbian, seperti ubi jalar kuning dan ubi jalar ungu, juga mengandung zat-zat non-gizi yang turut bermanfaat bagi kesehatan.
Sayuran
Sayuran adalah makanan bergizi yang merupakan sumber dari beragam mineral, vitamin, dan serat. Sebagian mineral dan vitamin yang ada di sayuran bermanfaat sebagai antioksidan. Antioksidan fungsinya untuk menangkal senyawa-senyawa jahat di dalam tubuh. Beberapa jenis sayuran juga mengandung karbohidrat, misalnya wortel dan kentang.
Berbagai penelitian ilmiah membuktikan bahwa konsumsi sayuran secara teratur adalah hal penting untuk menjaga tekanan darah, kadar gula darah, dan kadar kolesterol. Konsumsi sayuran juga keharusan agar lancar BAB dan mencegah kegemukan.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menganjurkan untuk mengonsumsi sayuran sekitar 250 gram setiap hari (setara dengan 2 ½ gelas—ukuran ini untuk sayuran yang telah dimasak atau ditiriskan). Bagi orang Indonesia, Kementrian Kesehatan menganjurkan untuk mengonsumsi sayuran dan buah-buahan 300 – 400 gram setiap hari bagi balita dan anak usia sekolah, dan 400 – 600 gram bagi remaja dan orang dewasa. Sekitar 2/3 dari jumlah anjuran tersebut adalah porsi untuk makan.
Lauk-Pauk
Lauk-pauk adalah makanan bergizi sumber dari protein hewani dan protein nabati. Yang termasuk dalam lauk-pauk sumber protein hewani antara lain daging merah (daging sapi, daging kambing, daging rusa, dsb), daging unggas (daging ayam, daging bebek, dsb), daging ikan (termasuk seafood), telur, dan susu (termasuk produk olahannya).
Sedangkan makanan bergizi yang termasuk lauk-pauk sumber protein nabati yaitu kacang-kacangan dan produk olahannya (tahu, tempe, susu kedelai, dll), kacang tanah, kacang hijau, kacang merah, kacang tolo, dan kacang hitam. Walaupun kedua jenis makanan bergizi tersebut sama-sama menyediakan protein, namun ada kelebihan dan kekurangan dari masing-masing jenis makanan itu.
Makanan sumber hewani mengandung asam amino yang lebih lengkap dan mempunyai kualitas gizi (protein, vitamin, dan mineral) yang lebih baik. Karena itu, kandungan-kandungan gizinya lebih mudah diserap tubuh. Tapi sayangnya, makanan sumber hewani memiliki lebih banyak kolesterol (kecuali ikan) dan lebih banyak lemak jenuh.
Makanan sumber nabati mengandung lebih banyak lemak tidak jenuh daripada makanan sumber hewani. Selain itu juga memiliki isoflavon, antioksidan, dan anti-kolesterol. Penelitian telah membuktikan bahwa kedelai dan tempe membantu menurunkan kolesterol serta meningkatkan sensitivitas dan produksi insulin.
Dengan begitu kedua makanan itu juga dapat membantu mengendalikan kadar gula darah. Sayangnya, kualitas kandungan protein dan mineral dari sumber nabati lebih rendah daripada dari sumber hewani.
Oleh sebab itu Anda dianjurkan untuk menyeimbangkan konsumsi lauk-pauk ini (hewani maupun nabati) dengan kelompok makanan lainnya. Tujuannya supaya tidak terjadi kondisi kurang gizi secara jumlah maupun kualitas, dan supaya tercapai keadaan gizi seimbang.
Kementrian Kesehatan menyarankan untuk setiap hari mengonsumsi makanan hewani sebanyak 2 – 4 porsi (setara dengan 2 – 4 potong daging sapi ukuran sedang atau 2 – 4 potong daging ayam ukuran sedang atau 2 – 4 potong ikan ukuran sedang). Atau makanan nabati sebanyak 2 – 4 porsi setiap hari (setara dengan 4 – 8 potong tahu ukuran sedang atau 4 – 8 potong tempe ukuran sedang).
Buah-buahan
Sama seperti sayuran, buah-buahan juga adalah sumber dari beragam jenis vitamin, mineral, dan serat. Buah-buahan juga mengandung vitamin dan mineral yang berperan sebagai antioksidan untuk menangkal senyawa-senyawa jahat.
Tetapi berbeda dengan sayuran, buah-buahan umumnya mengandung karbohidrat yang biasanya berupa glukosa dan fruktosa. Semakin matang buah, maka semakin tinggi kandungan fruktosa dan glukosanya, sehingga rasanya semakin manis. Buah-buahan tertentu, seperti alpukat dan buah merah, juga memiliki kandungan lemak tak jenuh.
Bersamaan dengan sayuran, konsumsi buah-buahan terbukti membantu mempertahankan tekanan darah, kadar gula darah, dan kadar kolesterol normal. Buah-buahan juga membantu Anda tetap lancar BAB dan tidak mudah gemuk.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menganjurkan untuk mengonsumsi buah-buahan sekitar 150 gram setiap hari (setara dengan 1 ½ potong pepaya ukuran sedang atau 3 buah jeruk ukuran sedang). Bagi orang Indonesia, Kementrian Kesehatan menganjurkan untuk setiap hari mengonsumsi buah-buahan dan sayuran sekitar 300 – 400 gram bagi balita dan anak usia sekolah, dan 400 – 600 gram bagi remaja dan orang dewasa.
Air
Air juga memiliki kandungan gizi makro. Itu artinya Anda membutuhkan air dalam jumlah banyak agar tetap sehat. Malahan, sekitar 2/3 dari berat tubuh manusia berasal dari air. Bagi tubuh, air berperan untuk mengatur proses biokimia, mengatur suhu, media transportasi zat gizi, membuang sisa metabolisme, melumaskan sendi, dan sebagai bantalan organ.
Gangguan pada keseimbangan air dalam tubuh bisa berdampak buruk bagi kesehatan, bahkan menyebabkan berbagai penyakit. Contohnya susah buang air besar (sembelit), infeksi saluran kencing, batu di kandung kemih, gangguan ginjal, hingga obesitas. Anda bisa memenuhi kebutuhan air melalui konsumsi minuman maupun makanan.
Dari artikel ini Anda sekarang sudah tahu bahwa gizi seimbang adalah salah satu syarat mutlak untuk menikmati kehidupan yang baik. Apabila kebutuhan nutrisi tidak tercukupi, tubuh akan mengalami kondisi kurang gizi yang berdampak buruk bagi kesehatan.
Untuk mencapai keadaan gizi seimbang, Anda perlu mengonsumsi lima kelompok makanan bergizi yang terdiri dari: makanan pokok, sayuran, lauk-pauk, buah-buahan, dan air. Manfaatnya akan lebih baik lagi jika Anda mengonsumsi lebih dari satu macam makanan dari setiap kelompok tersebut.
Demikianlah informasi penting mengenai gizi seimbang. Semoga dengan membacanya Anda jadi lebih peduli terhadap kesehatan diri sendiri maupun keluarga. Nantikan juga artikel-artikel bermanfaat lain seputar masalah kesehatan, tips kesehatan, dan pemanfaatan herbal hanya di Deherba.com.
RISKA MEIANTI
S1 GIZI
1022191056
FAKULTAS KESEHATAN
UNIVERSITAS MH THAMRIN
KESEHATAN REMAJA DI INDONESIA
Objektif
- Mengetahui masalah kesehatan remaja di Indonesia.
- Mengetahui program-program penanganan masalah remaja di Indonesia.
Sehat adalah keadaan sejahtera seutuhnya baik secara fisis, jiwa maupun sosial, bukan hanya terbebas dari penyakit atau kecacatan. Remaja merupakan kelompok masyarakat yang hampir selalu diasumsikan dalam keadaan sehat. Padahal banyak remaja yang meninggal sebelum waktunya akibat kecelakaan, percobaan bunuh diri, kekerasan, kehamilan yang mengalami komplikasi dan penyakit lainnya yang sebenarnya bisa dicegah atau diobati. Banyak juga penyakit serius akibat perilaku yang dimulai sejak masa remaja contohnya merokok, penyakit menular seksual, penyalahgunaan narkotika, alkohol, psikotropika, dan zat adiktif lainnya (NAPZA), Human Immunodeficiency Virus - Acquired Immunodeficiency Syndrome (HIV-AIDS), kurang gizi, dan kurang berolahraga. Semua ini, yang akan mencetuskan penyakit atau kematian pada usia muda.
Pada masa remaja terjadi perubahan baik fisis maupun psikis yang menyebabkan remaja dalam kondisi rawan pada proses pertumbuhan dan perkembangannya. Masa ini merupakan masa terjadinya proses awal pematangan organ reproduksi dan perubahan hormonal yang nyata. Remaja menghadapi berbagai masalah yang kompleks terkait dengan perubahan fisis, kecukupan gizi, perkembangan psikososial, emosi dan kecerdasan yang akhirnya menimbulkan konflik dalam dirinya yang kemudian memengaruhi kesehatannya. Remaja yang mengalami gangguan kesehatan berupaya untuk melakukan reaksi menarik diri karena alasan-alasan tersebut. Pencegahan terhadap terjadinya gangguan kesehatan pada remaja memerlukan pengertian dan perhatian dari lingkungan baik orangtua, guru, teman sebayanya, dan juga pihak terkait agar mereka dapat melalui masa transisi dari kanak menjadi dewasa dengan baik.
Siapakah yang termasuk dalam kelompok remaja?
Siapakah yang termasuk dalam kelompok remaja?
Remaja dimengerti sebagai individu yang berada pada masa peralihan dari masa kanak ke masa dewasa. Peralihan ini disebut sebagai fase pematangan (pubertas), yang ditandai dengan perubahan fisis, psikis, dan pematangan fungsi seksual. Pada masa pubertas, hormon yang berhubungan dengan pertumbuhan aktif diproduksi, dan menjadikan remaja memiliki kemampuan reproduksi. Perkembangan psikologis ditunjukkan dengan kemampuan berpikir secara logis dan abstrak sehingga mampu berpikir secara multi-dimensi. Emosi pada masa remaja cenderung tidak stabil, sering berubah, dan tak menentu. Remaja berupaya melepaskan ketergantungan sosial-ekonomi, menjadi relatif lebih mandiri. Masa remaja merupakan periode krisis dalam upaya mencari identitas dirinya.
Ditinjau dari sisi bahwa remaja belum mampu menguasai fungsi fisis dan psikisnya secara optimal, remaja termasuk golongan anak. Untuk hal ini, remaja dikelompokkan menurut rentang usia sesuai dengan sasaran pelayanan kesehatan anak. Disesuaikan dengan konvensi tentang hak-hak anak dan UU RI no. 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak, remaja berusia antara 10-18 tahun.
Mengapa perlu memperhatikan kesehatan remaja?
Pertumbuhan dan perkembangan yang pesat dari aspek fisis, emosi, intelektual, dan sosial pada masa remaja merupakan pola karakteristik yang ditunjukkan dengan rasa keingintahuan yang besar, keinginan untuk bereksperimen, berpetualang, dan mencoba bermacam tantangan, selain cenderung berani mengambil risiko tanpa pertimbangan matang terlebih dahulu. Ketersediaan akan akses terhadap informasi yang baik dan akurat, serta pengetahuan untuk memenuhi keingintahuan mempengaruhi keterampilan remaja dalam mengambil keputusan untuk berperilaku. Remaja akan menjalani perilaku berisiko, bila keputusan yang diambil dalam menghadapi konflik tidak tepat dan selanjutnya menerima akibat yang harus ditanggung seumur hidupnya dalam berbagai bentuk masalah kesehatan fisis dan psikososial.
Beberapa alasan mengapa program kesehatan remaja ini perlu diperhatikan antara lain disebabkan:
- Jumlah remaja di Indonesia lebih kurang 20% dari populasi;
- Remaja merupakan aset sekaligus investasi generasi mendatang;
- Upaya pemenuhan Hak Asasi Manusia;
- Untuk melindungi sumber daya manusia potensial.
Bagaimana keadaan kesehatan remaja di Indonesia?
Remaja menghadapi masalah kesehatan yang kompleks, walaupun selama ini diasumsikan sebagai kelompok yang sehat. Dari beberapa survei diketahui besaran masalah remaja, sebagaimana ditunjukkan oleh data berikut: survei demografi dan kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2007 menunjukkan 17% perempuan yang saat ini berusia 45-49, menikah pada usia 15 tahun; Sementara itu, terdapat peningkatan secara substansial pada usia perempuan pertama kali menikah. Perempuan usia 30-34 tahun yang menikah pada usia 15 tahun sebesar 9%, sedangkan perempuan usia 20-24 tahun yang menikah pada usia 15 tahun sebesar 4% (BPS and Macro International, 2008).
Menurut survei kesehatan reproduksi remaja Indonesia (SKRRI) tahun 2007, persentase perempuan dan lelaki yang tidak menikah, berusia 15-19 tahun merupakan :
- Perokok aktif hingga saat ini: Perempuan: 0,7%; sedangkan lelaki: 47,0%.
- Mantan peminum alkohol: Perempuan: 1,7%; dan lelaki: 15,6%.
- Peminum alkohol aktif: perempuan: 3,7%; lelaki: 15,5 %.
- Lelaki pengguna obat dengan cara dihisap: 2,3%; dihirup: 0,3 %; ditelan 1,3%.
- Perempuan pertama kali pacaran pada usia <12 tahun: 5,5%; pada yusia 12-14 tahun: 22,6%; usia 15-17 tahun: 39,5%; usia 18-19 tahun: 3,2%. Melakukan petting pada saat pacaran: 6,5%.
- Lelaki pertama kali pacaran pada usia <12 tahun: 5,0%; usia 12-14 ytahun: 18,6%; usia 15-17 tahun: 36,9%; usia 18-19 tahun: 3,2%. Melakukan petting saat pacaran: 19,2%.
- Pengalaman seksual pada perempuan: 1,3%; lelaki: 3,7%.y
- Lelaki yang memiliki pengalaman seks untuk pertama kali pada usia: <15 tahun: 1,0%; usia 16 tahun : 0,8%; usia 17 tahun: 1,2%; usia 18 tahun: 0,5%; usia 19 tahun: 0,1%.
- Alasan melakukan hubungan seksual pertama kali sebelum menikah ypada remaja berusia 15-24 tahun ialah: Untuk perempuan alasan tertinggi adalah karena terjadi begitu saja (38,4%); dipaksa oleh pasangannya (21,2%). Sedangkan pada lelaki, alasan tertinggi ialah karena ingin tahu (51,3%); karena terjadi begitu saja (25,8%).
- Delapan puluh empat orang (1%) dari responden pernah mengalami KTD, 60% di antaranya mengalami atau melakukan aborsi.
Kasus AIDS sampai dengan 31 Maret 2009 dilaporkan melalui laporan triwulan Direktorat jendral pengendalian penyakit dan pengendalian lingkungan (Ditjen P2PL), sebagai berikut:
- Persentase kumulatif kasus AIDS berdasarkan:
- Cara penularan: pengguna jarum suntik: 42%; heteroseksual: 48,4%; yhomoseksual: 3,7%.
- Kelompok usia: 15-19 tahun: 3,08%; 20-29 tahun: 50,5%.
- Provinsi dengan jumlah pasien AIDS terbanyak pada pengguna napza ysuntik adalah Jawa Barat, sebanyak 2.366 orang.
- Persentase kasus AIDS pada pengguna napza suntik di Indonesia yberdasarkan jenis kelamin, yaitu: lelaki: 91,8%; perempuan: 7,5%; tidak diketahui: 0,7%.
- Persentase kumulatif kasus AIDS pada pengguna napza suntik di yIndonesia berdasarkan golongan usia, yaitu: 15-19 tahun: 1,7%; dan 20-29 tahun: 64,7%.
Berdasarkan riset kesehatan dasar (Riskesdas) 2007:
- Secara nasional persentase kebiasaan merokok penduduk Indonesia berumur >10 tahun sebesar 23,7%, lelaki 46,8%; dan perempuan: 3 %. Jika kebiasaan merokok ini dibagi menurut karakteristik usia responden, didapatkan data bahwa pada usia 10-14 tahun: 0,7%; usia 15-24 tahun: 17,3%.
- Prevalensi penyakit asma, jantung, diabetes mellitus, dan tumor menurut karakteristik responden yang didiagnosis oleh tenaga kesehatan, yaitu:
- Umur 5-14 tahun: asma: 1,2%; jantung: 0,2%; diabetes mellitus: 0%; tumor 1,0%.
- Umur 15-24 tahun: asma: 1,2%; jantung: 0,3%; diabetes mellitus: 0,1%; tumor: 2,4%.
- Prevalensi penyakit asma, jantung, diabetes mellitus, dan tumor menurut karakteristik responden yang didiagnosis oleh tenaga kesehatan atau dengan gejala:
- Umur 5-14 tahun: asma: 2%, jantung: 2,2%, diabetes mellitus: 0%.
- Umur 15-24 tahun: asma 2,2%, jantung: 4,8%, diabetes mellitus: 0,4%.
- Prevalensi gangguan mental emosional pada penduduk berumur 15 tahun ke atas (berdasarkan self reporting questionnaire-20) menurut karakteristik responden 15-24 tahun adalah: 8,7%
- Prevalensi anemi menurut kelompok umur 5-14 tahun: 9,4%; 15-24 tahun: 6,9%.
- Prevalensi cedera dan penyebab cedera menurut karakteristik yresponden usia 5-14 tahun: cedera akibat terjatuh: 78,4%; usia 15-24 tahun: cedera akibat terjatuh 47,9%.
- Prevalensi jenis cedera menurut karakteristik responden berusia 5-14 tahun: luka lecet 62,5%; usia 15-24 tahun: luka lecet 57,8%.
- Prevalensi kurang aktivitas fisik penduduk berusia ‰¥ 10 tahun ymenurut karakteristik usia: 10-14 tahun: 66,9%; 15-24 tahun: 52%. Sedangkan jika dilihat berdasarkan jenis kelamin lelaki: 41,4%; dan perempuan: 54,5%.
Tingginya perilaku berisiko pada remaja yang ditunjukkan oleh data di atas merupakan hasil akhir dari sifat khas remaja, pengetahuan remaja tentang kesehatan, nilai moral yang dianut, serta ada tidaknya kondisi lingkungan yang turut memengaruhi. Sebagai contoh bagaimana SPN akan menyebabkan kehamilan dan persalinan dengan komplikasi, bayi yang dilahirkan dengan komplikasi, atau mengakibatkan KTD yang dapat menimbulkan kejadian aborsi yang menyebabkan kematian. Demikian halnya dengan penyalahgunaan napza yang dapat mengakibatkan terjadinya infeksi HIV yang selanjutnya menjadi AIDS dan akhirnya mengakibatkan kematian. Secara tidak langsung masalah kesehatan remaja tersebut turut menghambat laju pembangunan manusia (human development) di Indonesia, dan pencapaian pembangunan tujuan millenium (millenium development goal).
Apa yang telah dilakukan?
enanganan masalah remaja dilakukan melalui kerjasama multi-sektoral dan multidimensional, dengan intervensi pada aspek preventif, promotif, kuratif dan rehabilitatif yang komprehensif.
Program kesehatan remaja sudah mulai diperkenalkan di puskesmas sejak satu dekade yang lalu. Selama lebih dari 10 tahun, program ini lebih banyak bergerak dalam pemberian informasi, berupa penyuluhan dan diskusi dengan remaja tentang masalah kesehatan melalui wadah usaha kesehatan sekolah (UKS), karang taruna, atau organisasi pemuda, dan kader remaja lainnya yang dibentuk oleh puskesmas. Petugas puskesmas berperan sebagai fasilitator dan narasumber. Pemberian pelayanan khusus kepada remaja yang disesuaikan dengan keinginan, selera, dan kebutuhan remaja belum dilaksanakan. Remaja yang berkunjung ke puskesmas masih diperlakukan selayaknya pasien lain sesuai dengan keluhan atau penyakitnya.
Melihat kebutuhan remaja dan memperhitungkan tugas puskesmas sebagai barisan terdepan pemberi layanan kesehatan kepada masyarakat, puskesmas sebaiknya memberikan pelayanan langsung kepada remaja sebagai salah satu kelompok masyarakat yang dilayaninya. Pelayanan kesehatan remaja di puskesmas amat strategis dan dapat dilaksanakan dengan efektif dan efisien mengingat ketersediaan tenaga kesehatan dan kesanggupan jangkauan puskesmas ke segenap penjuru Indonesia seperti halnya keberadaan remaja sendiri, dari daerah perkotaan hingga terpencil perdesaan. Sesuai dengan kebutuhan, puskesmas sebagai bagian dari pelayanan klinis medis, melaksanakan rujukan kasus ke pelayanan medis yang lebih tinggi. Rujukan sosial juga dilakukan oleh puskesmas, misalnya penyaluran kepada lembaga keterampilan kerja untuk remaja pasca penyalahgunaan napza, atau penyaluran kepada lembaga tertentu agar mendapatkan program pendampingan dalam upaya rehabilitasi mental korban perkosaan. Sedangkan rujukan pranata hukum untuk memberi kekuatan hukum bagi kasus tertentu atau dukungan dalam menindaklanjuti suatu kasus belum banyak dilakukan. Pelayanan komprehensif kepada remaja ini merupakan bentuk kerjasama berbagai sektor yang diawali dengan komitmen antar institusi terkait.
Bagaimana bentuk pelayanan kesehatan remaja?
Beberapa tahun terakhir mulai dilaksanakan beberapa model pelayanan kesehatan remaja yang memenuhi kebutuhan, hak dan selera remaja di beberapa propinsi, dan diperkenalkan dengan sebutan pelayanan kesehatan peduli remaja atau disingkat PKPR. Sebutan ini merupakan terjemahan dari istilah adolescent friendly health services (AFHS), yang sebelumnya dikenal dengan youth friendly health services (YFHS).
Pelayanan kesehatan remaja sesuai permasalahannya, lebih intensif kepada aspek promotif dan preventif dengan cara peduli remaja. Memberi layanan pada remaja dengan model PKPR ini merupakan salah satu strategi yang penting dalam mengupayakan kesehatan yang optimal bagi remaja kita. Pelayanan kesehatan peduli remaja diselenggarakan di puskesmas, rumah sakit, dan tempat-tempat umum lainnya di mana remaja berkumpul.
Pelayanan kesehatan remaja sesuai permasalahannya, lebih intensif kepada aspek promotif dan preventif dengan cara peduli remaja. Memberi layanan pada remaja dengan model PKPR ini merupakan salah satu strategi yang penting dalam mengupayakan kesehatan yang optimal bagi remaja kita. Pelayanan kesehatan peduli remaja diselenggarakan di puskesmas, rumah sakit, dan tempat-tempat umum lainnya di mana remaja berkumpul.
Hingga akhir tahun 2008, sebanyak 1611 dari 8114 puskesmas di seluruh Indonesia (22,39%) melaporkan telah melaksanakan PKPR dengan jumlah tenaga yang dilatih untuk menangani PKPR ini sejumlah 2866 orang. Sementara itu beberapa rumah sakit seperti rumah sakit Kariadi, Semarang, rumah sakit Fatmawati di Jakarta, dan rumah sakit Hasan Sadikin Bandung, telah melakukan pengembangkan tim kesehatan remaja atau poliklinik kesehatan remaja.
Selain itu, beberapa badan donor telah memberikan dukungan bagi
pendekatan pelayanan kesehatan peduli remaja. Di propinsi Jawa Barat, remaja di sekolah dilatih dan dibina oleh puskesmas menjadi konselor sebaya; di propinsi Papua dan Nusa Tenggara Timur (NTT) pelayanan bagi remaja dilaksanakan di luar gedung puskesmas; Di beberapa propinsi lainnya petugas kesehatan dilatih agar kompeten dalam menghadapai masalah kesehatan remaja.
pendekatan pelayanan kesehatan peduli remaja. Di propinsi Jawa Barat, remaja di sekolah dilatih dan dibina oleh puskesmas menjadi konselor sebaya; di propinsi Papua dan Nusa Tenggara Timur (NTT) pelayanan bagi remaja dilaksanakan di luar gedung puskesmas; Di beberapa propinsi lainnya petugas kesehatan dilatih agar kompeten dalam menghadapai masalah kesehatan remaja.
Jenis kegiatan dalam PKPR
Kegiatan dalam PKPR sesuai dengan kondisi dan kebutuhannya, dapat dilaksanakan di dalam atau di luar gedung. Untuk sasaran perorangan atau kelompok, dilaksanakan oleh petugas puskesmas atau petugas lain di institusi atau masyarakat, berdasarkan kemitraan.
Jenis kegiatan tersebut meliputi:
1. Pemberian informasi dan edukasi1.
- Dilaksanakan di dalam atau di luar gedung, baik secara perorangan atau berkelompok.
- Dapat dilaksanakan oleh guru, pendidik sebaya yang terlatih dari sekolah, atau dari lintas sektor terkait dengan menggunakan materi dari (atau sepengetahuan) puskesmas.
- Menggunakan metoda ceramah tanya jawab, focus group discussion (FGD), diskusi interaktif, yang dilengkapi dengan alat bantu media cetak atau media elektronik (radio, email, dan telepon/hotline, SMS).
- Menggunakan sarana komunikasi informasi edukasi (KIE) yang lengkap, dengan bahasa yang sesuai dengan bahasa sasaran (remaja, orangtua, guru) dan mudah dimengerti. Khusus untuk remaja perlu diingat untuk bersikap tidak menggurui serta perlu bersikap santai.
2. Pelayanan klinis medis termasuk pemeriksaan penunjang dan rujukannya.
Hal yang perlu diperhatikan dalam melayani remaja yang berkunjung ke puskesmas adalah:
- Bagi remaja yang menderita penyakit tertentu tetap dilayani dengan mengacu pada prosedur tetap penanganan penyakit tersebut.
- Petugas dari balai pengobatan umum, balai pengobatan gigi, kesehatan ibu dan anak (KIA) dalam menghadapi remaja yangdatang, diharapkan dapat menggali masalah psikososial atau yang berpotensi menjadi masalah khusus remaja, untuk kemudian bila ada, menyalurkannya ke ruang konseling bila diperlukan.
- Petugas yang menjaring remaja dari ruangan, dan juga petugas - loket atau petugas laboratorium, seperti halnya petugas khusus PKPR juga harus menjaga kerahasiaan remaja tersebut, dan memenuhi kriteria peduli remaja.
- Petugas PKPR harus menjaga kelangsungan pelayanan dan mencatat hasil rujukan kasus per kasus.
3. Konseling
Tujuan konseling dalam PKPR yaitu:
- Membantu remaja untuk dapat mengenali masalahnya dan membantunya agar dapat mengambil keputusan dengan mantap tentang apa yang harus dilakukannya untuk mengatasi masalah tersebut.
- Memberikan pengetahuan, keterampilan, penggalian potensi dan sumber daya secara berkesinambungan hingga dapat membantu remaja agar mampu:
- mengatasi kecemasan, depresi, atau masalah kesehatan mental lainnya.
- meningkatkan kewaspadaan terhadap isu masalah yang mungkin terjadi pada dirinya.
- mempunyai motivasi untuk mencari bantuan bila menghadapi masalah.
4.Pendidikan Keterampilan Hidup Sehat (PKHS)
Dalam menangani kesehatan remaja perlu tetap diingat dengan optimisme bahwa bila remaja dibekali dengan keterampilan hidup sehat maka remaja akan sanggup menangkal pengaruh yang merugikan bagi kesehatannya. Pendidikan ketrampilan hidup sehat merupakan adaptasi dari life skills education (LSE). Sedangkan life skills atau keterampilan hidup adalah kemampuan psikososial seseorang untuk memenuhi kebutuhan, dan mengatasi masalah dalam kehidupan sehari-hari secara efektif. Keterampilan ini mempunyai peran penting dalam promosi kesehatan dalam lingkup yang luas, yaitu: kesehatan fisis, mental, dan sosial.
Contoh yang jelas bahwa peningkatan keterampilan psikososial ini dapat memberi kontribusi yang berarti dalam kehidupan keseharian adalah keterampilan mengatasi masalah perilaku yang berkaitan dengan ketidak sanggupan mengatasi stres dan tekanan dalam hidup dengan baik. Keterampilan psikososial di bidang kesehatan dikenal dengan istilah PKHS. Pendidikan ketrampilan hidup sehat dapat diberikan secara berkelompok di mana saja, antara lain: di sekolah, puskesmas, sanggar, rumah singgah, dan sebagainya.
Kompetensi psikososial tersebut meliputi 10 aspek keterampilan, yaitu:
1.Pengambilan keputusan
Pada remaja keterampilan pengambilan keputusan ini berperan konstruktif dalam menyelesaikan masalah berkaitan dengan hidupnya. Keputusan yang salah tak jarang mengakibatkan masa depan menjadi suram.
Pada remaja keterampilan pengambilan keputusan ini berperan konstruktif dalam menyelesaikan masalah berkaitan dengan hidupnya. Keputusan yang salah tak jarang mengakibatkan masa depan menjadi suram.
2.Pemecahan masalah
Masalah yang tak terselesaikan yang terjadi karena kurangnya keterampilan pengambilan keputusan akan menyebabkan stres dan ketegangan fisis.
Masalah yang tak terselesaikan yang terjadi karena kurangnya keterampilan pengambilan keputusan akan menyebabkan stres dan ketegangan fisis.
3. Berpikir kreatif
Berfikir kreatif akan membantu pengambilan keputusan dan pemecahan masalah. Berpikir kreatif terealisasi karena adanya kesanggupan untuk menggali alternatif yang ada dan mempertimbangkan sisi baik dan buruk dari tindakan yang akan diambil. Meski tak menghasilkan suatu keputusan, berpikir kreatif akan membantu remaja merespons secara fleksibel segala situasi dalam keseharian hidup.
Berfikir kreatif akan membantu pengambilan keputusan dan pemecahan masalah. Berpikir kreatif terealisasi karena adanya kesanggupan untuk menggali alternatif yang ada dan mempertimbangkan sisi baik dan buruk dari tindakan yang akan diambil. Meski tak menghasilkan suatu keputusan, berpikir kreatif akan membantu remaja merespons secara fleksibel segala situasi dalam keseharian hidup.
4. Berpikir kritis
Merupakan kesanggupan untuk menganalisa informasi dan pengalaman secara objektif. Hal ini akan membantu mengenali dan menilai faktor yang memengaruhi sikap dan perilaku, misalnya: tata-nilai, tekanan teman sebaya, dan media.
Merupakan kesanggupan untuk menganalisa informasi dan pengalaman secara objektif. Hal ini akan membantu mengenali dan menilai faktor yang memengaruhi sikap dan perilaku, misalnya: tata-nilai, tekanan teman sebaya, dan media.
5. Komunikasi efektif
Komunikasi ini akan membuat remaja dapat mengekspresikan dirinya baik secara verbal maupun non-verbal. Harus disesuaikan antara budaya dan situasi, dengan cara menyampaikan keinginan, pendapat, kebutuhan dan kekhawatirannya. Hal ini akan mempermudah remaja untuk meminta nasihat atau pertolongan bilamana mereka membutuhkan.
Komunikasi ini akan membuat remaja dapat mengekspresikan dirinya baik secara verbal maupun non-verbal. Harus disesuaikan antara budaya dan situasi, dengan cara menyampaikan keinginan, pendapat, kebutuhan dan kekhawatirannya. Hal ini akan mempermudah remaja untuk meminta nasihat atau pertolongan bilamana mereka membutuhkan.
6. Hubungan interpersonal
Membantu menjalin hubungan dengan cara positif dengan orang lain, sehingga mereka dapat meciptakan persahabatan, meningkatkan hubungan baik sesama anggota keluarga, untuk mendapatkan dukungan sosial, dan yang terpenting adalah mereka dapat mempertahankan hubungan tersebut; Hubungan interpersonal ini sangat penting untuk kesejahteraan mental remaja itu sendiri. Keahlian ini diperlukan juga agar terampil dalam mengakhiri hubungan yang tidak sehat dengan cara yang positif.
7. Kesadaran diri
Merupakan keterampilan pengenalan terhadap diri, sifat, kekuatan dan kelemahan, serta pengenalan akan hal yang disukai dan dibenci. Kesadaran diri akan mengembangkan kepekaan pengenalan dini akan adanya stres dan tekanan yang harus dihadapi. Kesadaran diri ini harus dimiliki untuk menciptakan komunikasi yang efektif dan hubungan interpersonal yang baik, serta mengembangkan empati terhadap orang lain.
Membantu menjalin hubungan dengan cara positif dengan orang lain, sehingga mereka dapat meciptakan persahabatan, meningkatkan hubungan baik sesama anggota keluarga, untuk mendapatkan dukungan sosial, dan yang terpenting adalah mereka dapat mempertahankan hubungan tersebut; Hubungan interpersonal ini sangat penting untuk kesejahteraan mental remaja itu sendiri. Keahlian ini diperlukan juga agar terampil dalam mengakhiri hubungan yang tidak sehat dengan cara yang positif.
7. Kesadaran diri
Merupakan keterampilan pengenalan terhadap diri, sifat, kekuatan dan kelemahan, serta pengenalan akan hal yang disukai dan dibenci. Kesadaran diri akan mengembangkan kepekaan pengenalan dini akan adanya stres dan tekanan yang harus dihadapi. Kesadaran diri ini harus dimiliki untuk menciptakan komunikasi yang efektif dan hubungan interpersonal yang baik, serta mengembangkan empati terhadap orang lain.
8. Empati
Dengan empati, meskipun dalam situasi yang tidak di kenal dengan baik, remaja mampu membayangkan bagaimana kehidupan orang lain. Empati melatih remaja untuk mengerti dan menerima orang lain yang mungkin berbeda dengan dirinya, dan juga membantu menimbulkan perilaku positif terhadap sesama yang mengalaminya.
Dengan empati, meskipun dalam situasi yang tidak di kenal dengan baik, remaja mampu membayangkan bagaimana kehidupan orang lain. Empati melatih remaja untuk mengerti dan menerima orang lain yang mungkin berbeda dengan dirinya, dan juga membantu menimbulkan perilaku positif terhadap sesama yang mengalaminya.
9. Mengendalikan emosi
Keterampilan mengenali emosi diri dan orang lain, serta mengetahui bagaimana emosi dapat memengaruhi perilaku, memudahkan menggali kemampuan merespons emosi dengan benar. Mengendalikan dan mengatasi emosi diperlukan karena luapan emosi kemarahan atau kesedihan dapat merugikan kesehatan bila tidak disikapi secara benar.
Keterampilan mengenali emosi diri dan orang lain, serta mengetahui bagaimana emosi dapat memengaruhi perilaku, memudahkan menggali kemampuan merespons emosi dengan benar. Mengendalikan dan mengatasi emosi diperlukan karena luapan emosi kemarahan atau kesedihan dapat merugikan kesehatan bila tidak disikapi secara benar.
10. Mengatasi stres
Pengenalan stres dan mengetahui bagaimana pengaruhnya terhadap tubuh, membantu mengontrol stres, dan mengurangi sumber penyebabnya. Misalnya membuat perubahan di lingkungan sekitar atau merubah cara hidup (lifestyle). Diajarkan pula bagaimana bersikap santai sehingga tekanan yang terjadi oleh stres yang tak terhindarkan tidak berkembang menjadi masalah kesehatan yang serius.
Pengenalan stres dan mengetahui bagaimana pengaruhnya terhadap tubuh, membantu mengontrol stres, dan mengurangi sumber penyebabnya. Misalnya membuat perubahan di lingkungan sekitar atau merubah cara hidup (lifestyle). Diajarkan pula bagaimana bersikap santai sehingga tekanan yang terjadi oleh stres yang tak terhindarkan tidak berkembang menjadi masalah kesehatan yang serius.
Dengan menerapkan ajaran PKHS, remaja dapat mengambil keputusan segera untuk menolak ajakan tersebut, merasa yakin akan kemampuannya menolak ajakan tersebut, berpikir kreatif untuk mencari cara penolakan agar tidak menyakiti hati temannya dan mengerahkan kemampuan berkomunikasi secara efektif dan mengendalikan emosi, sehingga penolakan akan berhasil dilaksanakan dengan mulus.
Dalam menghindari diri dari tindak kekerasan baik fisis ataupun mental, beberapa kompetensi dari life skills ini dapat membantu remaja mengambil keputusan agar dapat merespons ancaman atau tindak kekerasan tersebut. Kekerasan fisis termasuk kekerasan seksual dapat dihindari dengan berpikir kritis dan kreatif serta menggunakan
komunikasi efektif untuk menghindari dan menyelamatkan diri dari ancaman tersebut. Kekerasan mental (tekanan, pelecehan, penghinaan) tidak menimbulkan akibat psikis apabila kompetensi life skills diterapkan seperti berpikir kreatif, pengendalian emosi dan komunikasi efektif.
komunikasi efektif untuk menghindari dan menyelamatkan diri dari ancaman tersebut. Kekerasan mental (tekanan, pelecehan, penghinaan) tidak menimbulkan akibat psikis apabila kompetensi life skills diterapkan seperti berpikir kreatif, pengendalian emosi dan komunikasi efektif.
Pelaksanaan PKHS di puskesmas di samping meningkatkan pengetahuan dan keterampilan hidup sehat dapat juga menimbulkan rasa gembira bagi remaja sehingga dapat menjadi daya tarik untuk berkunjung kali berikut, serta mendorong melakukan promosi tentang adanya PKPR di puskesmas kepada temannya dan menjadi sumber penular pengetahuan dan keterampilan hidup sehat kepada teman-temannya.
5. Pelatihan pendidik sebaya dan konselor sebaya
Pelatihan ini merupakan salah satu upaya nyata mengikut sertakan remaja sebagai salah satu syarat keberhasilan PKPR. Dengan melatih remaja menjadi kader kesehatan remaja atau konselor sebaya dan pendidik sebaya, beberapa keuntungan diperoleh, yaitu kelompok ini berperan sebagai agen perubahan di antara kelompok sebayanya agar berperilaku sehat. Lebih dari itu, kelompok ini terlibat dan siap membantu dalam perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi PKPR. Kader yang berminat, berbakat, dan sering menjadi tempat curhat bagi teman yang membutuhkannya dapat diberikan pelatihan tambahan untuk memperdalam
Kesimpulan
Remaja bukanlah kelompok masyarakat yang tidak menghadapi masalah kesehatan. Perilaku berisiko yang dijalani akibat tidak tepatnya keputusan yang diambil pada masa remaja yang labil menghadapkan remaja kepada masalah kesehatan. Di Indonesia, laju masalah kesehatan pada remaja sebagai akibat perilaku berisiko jauh lebih cepat daripada penanganan yang dilakukan oleh banyak pihak. Koordinasi, integrasi dan sinkronisasi menjadi esensial bagi upaya penanganan masalah kesehatan pada remaja untuk menekan laju tersebut. Remaja dengan sifat khasnya dilibatkan secara aktif dalam tiap upaya, selain dididik sejak dini dan dibekali dengan pendidikan ketrampilan hidup sehat hingga terampil dalam mengembangkan potensi dirinya untuk hidup secara kreatif dan produktif. Remaja diberi kesempatan dan akses seluas-luasnya agar berperilaku positif dan sanggup menangkal pengaruh yang merugikan bagi dirinya sendiri maupun orang lain serta mampu menghadapi tantangan secara efektif dalam kehidupannya, sehingga pembangunan manusia dan tujuan pembangunan milenium dapat tercapai.
https://www.blogger.com/u/1/blogger.g?blogID=6349656675433492909#editor/target=post;postID=7144639937322810930
RISKA MEIANTI
S1 GIZI
1022191056
FAKULTAS KESEHATAN
UNIVERSITAS MH THAMRIN
Menstruasi
Menstruasi adalah proses keluarnya darah dari vagina yang terjadi diakibatkan siklus bulanan alami pada tubuh wanita. Siklus ini merupakan proses organ reproduksi wanita untuk bersiap jika terjadi kehamilan. Persiapan ini ditandai dengan penebalan dinding rahim (endometrium) yang berisi pembuluh darah. Jika tidak terjadi kehamilan, endometrium akan mengalami peluruhan dan keluar bersama darah melalui vagina.

Siklus ini berjalan sekitar 4 minggu, dimulai sejak hari pertama menstruasi, hingga hari pertama menstruasi berikutnya tiba. Siklus menstruasi pada seorang wanita diatur oleh berbagai hormon, baik yang dihasilkan oleh organ reproduksi maupun kelenjar lain. Beberapa hormon yang terlibat adalah GnRH (gonadotropin relasing hormone), FSH (folicle stimulating hormone), LH (luteinizing hormone), estrogen, dan progesteron.
Berdasarkan perubahan kondisi rahim dan konsentrasi hormon, siklus menstruasi dibagi menjadi beberapa fase, yaitu:
- Fase menstruasi. Fase menstruasi merupakan fase pertama di dalam siklus menstruasi. Fase ini ditandai dengan terjadinya peluruhan dinding rahim yang berisi pembuluh darah dan cairan lendir. Fase menstruasi terjadi ketika sel telur tidak dibuahi sehingga tidak terjadi kehamilan. Kondisi ini menyebabkan dinding uterus yang mengalami penebalan pada fase-fase sebelumnya untuk mempersiapkan terjadinya kehamilan, tidak lagi diperlukan oleh tubuh.
- Fase folikular. Fase ini terjadi ketika kelenjar hipotalamus di otak mengeluarkan GnRH untuk merangsang kelenjar pituitari atau hipofisis sehingga mengeluarkan FSH. FSH akan merangsang indung telur atau ovarium untuk membentuk folikel yang berisi sel telur yang belum matang. Folikel akan terus berkembang selama sekitar 16 hari bersamaan dengan perkembangan sel telur. Folikel yang sedang mengalami pematangan akan mengeluarkan hormon estrogen yang mulai merangsang penebalan dinding rahim.
- Fase ovulasi. Fase ovulasi terjadi ketika ovarium melepaskan sel telur yang sudah matang ke saluran indung Sel telur akan keluar dari ovarium pada saat kadar LH di dalam tubuh mencapai puncaknya. Sel telur yang keluar dari ovarium akan berjalan menuju rahim untuk siap dibuahi oleh sperma. Jika tidak dibuahi, sel telur akan melebur 24 jam setelah terjadinya ovulasi. Pada wanita yang memiliki siklus menstruasi selama 28 hari, umumnya ovulasi terjadi pada hari ke 14.
- Fase luteal. Fase ini terjadi ketika folikel yang sudah mengeluarkan sel telur yang sudah matang berubah menjadi jaringan yang dinamakan korpus luteum. Korpus luteum akan mengeluarkan hormon estrogen dan progesteron untuk menjaga agar dinding uterus atau rahim tetap tebal, sehinga uterus tetap siap menampung sel telur jika sudah dibuahi. Jika terjadi kehamilan, tubuh wanita akan mengeluarkan hormon HCG (Human Chorionic Gonadotropin) untuk menjaga agar korpus luteum tetap ada di dalam ovarium sehingga dinding uterus tidak meluruh. Akan tetapi jika tidak terjadi kehamilan, korpus luteum akan meluruh sehingga kadar hormon estrogen dan progesteron dalam darah juga akan menurun. Penurunan kadar hormon estrogen dan progesteron akan menyebabkan dinding uterus mengalami peluruhan dan terjadi menstruasi. Fase luteal umumnya terjadi sekitar 11-17 hari dengan rata-rata lamanya adalah 14 hari.
Normalnya menstruasi terjadi sekitar 3-7 hari pada kebanyakan wanita. Meski demikian, tidak semua wanita mengalami siklus yang sama, bahkan di antara wanita yang berusia hampir sama. Siklus mentruasi terkadang bisa datang lebih cepat atau lebih lambat, dengan perbedaan yang berkisar antara 21 hingga 35 hari.
Usia Mentruasi Pertama
Siklus menstruasi pertama terjadi pada gadis remaja saat mereka memasuki masa pubertas, biasanya diawali pada usia 12 tahun atau sekitar 2-3 tahun setelah payudara mulai tumbuh. Usia pertama menstruasi yang dialami oleh seorang anak juga umumnya terjadi pada usia yang sama dengan ibu atau kakak perempuan mereka.
Menstruasi pertama bisa datang lebih cepat atau lambat. Ada yang mengalaminya sejak sekitar usia 8 tahun, dan ada yang baru mengalaminya di atas usia 12 tahun. Meski demikian, sebagian besar gadis remaja sudah mengalami menstruasi secara rutin pada usia 16 hingga 18 tahun. Menstruasi akan terus berlangsung sampai menopause tiba. Menopause dapat terjadi pada wanita berusia 40 tahun hingga pertengahan usia 50 tahun.
Gejala-gejala pada Siklus Menstruasi
Sindrom pramenstruasi (PMS)
Dalam siklus menstruasi, perubahan kadar hormon dalam tubuh wanita akan terjadi. Berubahnya jumlah hormon bisa memengaruhi fisik dan emosi, yang dapat muncul beberapa hari sebelum menstruasi. Gejala ini disebut sindrom pramenstruasi atau premenstrual syndrome (PMS).
Sejumlah perubahan fisik dan emosi yang biasanya muncul sebelum menstruasi adalah:
- Lelah
- Sakit kepala
- Perut kembung
- Payudara menjadi sensitif
- Kenaikan berat badan
- Nyeri pada otot dan sendi
- Diare atau konstipasi
- Muncul jerawat.
Sementara, perubahan emosi yang bisa terjadi pada saat wanita mengalami PMS adalah:
- Uring-uringan
- Suasana hati yang tidak stabil
- Sulit konsentrasi
- Mudah menangis
- Sulit tidur
- Perubahan nafsu makan
- Kecemasan berlebihan
- Turunnya rasa percaya diri
- Gairah seks yang menurun.
Pada beberapa wanita, gejala PMS dapat sangat mengganggu aktivitas sehari-hari, sehingga memaksa wanita yang mengalami PMS berat untuk beristirahat. Akan tetapi terlepas dari seberapa parah gejala PMS yang diderita, gejala-gejala tersebut akan mereda setelah sekitar 4 hari.
Menstruasi
Saat menstruasi, wanita akan mengalami perdarahan dari vagina selama 2 hari sampai satu minggu, dengan volume darah rata-rata sekitar 30-70 mililiter. Tetapi ada sebagian wanita yang mengeluarkan darah yang lebih banyak. Volume perdarahan terbanyak selama menstruasi terjadi pada hari pertama dan kedua.
Selama menstruasi, sakit atau kram perut juga dapat terjadi. Apabila Anda mengalami sakit atau kram perut yang terasa mengganggu aktivitas sehari-hari, sejumlah cara berikut bisa bermanfaat untuk menguranginya:
- Menghangatkan perut, misalnya dengan kompres air hangat
- Olahraga ringan, seperti berjalan kaki atau bersepeda
- Memijat perut bagian bawah
- Meminum obat pereda rasa sakit, misalnya paracetamol
- Berhenti merokok
- Melakukan teknik relaksasi, contohnya yoga dan meditasi
- Menghindari minuman yang mengandung kafein dan alkohol.
Kelainan pada Siklus Menstruasi
Durasi serta volume perdarahan pada siklus menstruasi yang dialami masing-masing wanita berbeda-beda. Tiap wanita dianjurkan untuk memperhatikan atau mencatat siklus menstruasinya agar dapat segera menyadari jika muncul kejanggalan tertentu. Siklus menstruasi yang tidak biasa atau volume darah yang berlebihan terkadang dapat menandakan adanya masalah kesehatan.
Gejala kelainan siklus menstruasi berbeda-beda untuk setiap kelainan. Namun secara umum, gejala yang perlu diperhatikan sebagai tanda kelainan siklus menstruasi adalah:
- Terjadi lebih dari 7 hari
- Mengalami perdarahan deras yang menyebabkan perlunya mengganti pembalut tiap 1-2 jam
- Menstruasi terjadi lebih sering dalam kurun waktu 21 hari
- Terjadinya menstruasi kurang dari yang seharusnya dalam kurun waktu 45 hari
- Mengalami perdarahan berat yang diikuti munculnya lebam atau perdarahan. Hal ini harus menjadi perhatian terutama pada wanita yang memiliki keluarga dengan riwayat kelainan perdarahan.
Kelainan menstruasi pada wanita di usia awal menstruasi dapat diamati dari tanda-tanda seperti:
- Menstruasi belum terjadi pada kurun waktu 3 tahun setelah berkembangnya payudara
- Menstruasi belum terjadi pada usia 15 tahun
- Menstruasi belum terjadi pada usia 14 tahun diikuti dengan tanda-tanda hirsutisme.
Permasalahan dalam menstruasi yang umum terjadi dibagi dalam empat kategori, yaitu:
Menorrhagia
Menorrhagia adalah volume darah yang berlebihan saat menstruasi. Beberapa gejala dalam kondisi ini adalah:
- Volume darah yang terlalu banyak sehingga harus mengganti pembalut tiap jam dan ini berlangsung selama beberapa jam
- Harus menggunakan dua pembalut untuk menampung perdarahan
- Harus bangun untuk mengganti pembalut pada saat tidur
- Mengalami gejala anemia, misalnya lemas atau sesak napas
- Durasi menstruasi yang berlangsung lebih dari 7 hari
- Mengeluarkan gumpalan-gumpalan darah berukuran besar selama lebih dari satu hari
- Terpaksa membatasi rutinitas karena volume darah yang hilang berlebihan saat menstruasi.
Kelainan ini bisa disebabkan oleh berbagai hal, mulai dari ketidakseimbangan hormon hingga miom yang tumbuh pada rahim. Oleh karena itu, sebaiknya periksakan diri ke dokter apabila Anda mengalami perdarahan yang berlebihan agar dapat ditangani secara seksama.
Metrorrhagia
Metrorrhagia merupakan perdarahan dari vagina yang terjadi diantara dua periode menstruasi. Penyebab terjadinya metrorrhagia cukup beragam, dapat disebabkan oleh ketidakseimbangan hromon, infeksi, miom, hingga kanker. Jika muncul metrorrhagia, dianjurkan untuk berkonsultasi dengan dokter untuk menjalani pemeriksaan sehingga dapat ditangani penyebabnya. Pengobatan metrorrhagia bergantung kepada penyebab tejadinya metrorrhagia.
Oligomenorrhea
Haid biasanya datang tiap 21 hingga 35 hari. Tetapi, ada juga wanita yang mengalami menstruasi secara tidak teratur, yaitu bila haid datang setelah 90 hari. Kondisi ini disebut sebagai oligomenorrhoea.
Terdapat beberapa penyebabnya, seperti penggunaan kontrasepsi, olahraga berat, gangguan pola makan, serta diabetes dan penyakit tiroid, sehingga penanganannya pun berbeda-beda.
Amenorrhea
Amenorrhea adalah istilah medis di mana menstruasi terhenti sama sekali. Kondisi ini bisa terjadi dengan alami atau diakibatkan oleh penyakit dan konsumsi obat tertentu.
Sejumlah faktor alami yang dapat menyebabkan masalah ini, di antaranya adalah:
- Kehamilan
- Menyusui
- Menopause.
Penyakit yang menyerang indung telur (ovarium), seperti polycystic ovarian syndrome (PCOS), bekas luka pada dinding rahim, bentuk vagina abnormal, organ reproduksi yang tidak berkembang sempurna, gangguan hormon tiroid, dan adanya tumor pada kelenjar pituitari atau hipofisis di otak juga dapat mengakibatkan amenorrhea.
Konsumsi obat maupun pil KB, stres, olahraga yang berlebihan, dan berat badan yang terlalu rendah juga bisa menyebabkan amenorrhea. Jika penyebabnya sudah diatasi, menstruasi akan kembali normal.
Dysmenorrhea
Dysmenorrhea atau nyeri haid adalah hal biasa yang pernah dirasakan tiap wanita. Dysmenorrhea yang biasanya terjadi sebelum dan pada saat menstruasi ini umumnya berupa nyeri atau kram di perut bagian bawah yang terus berlangsung, dan terkadang menyebar hingga ke punggung bawah serta paha. Rasa nyeri tersebut juga bisa disertai sakit kepala, mual, dan diare.
Obat pereda sakit dapat digunakan untuk mengatasi dysmenorrhoea. Tetapi hubungilah dokter jika Anda mengalami nyeri menstruasi yang tidak tertahankan atau bertambah parah untuk memastikan bahwa kondisi ini bukan disebabkan oleh penyakit tertentu, terutama jika Anda berusia di atas 25 tahun.
RISKA MEIANTI
S1 GIZI
1022191056
FAKULTAS KESEHATAN
UNIVERSITAS MH THAMRIN

Tidak ada komentar:
Posting Komentar